Entahlah
aku belum tahu warnanya
dan belum tahu rasanya
begitu rahasiakah dirimu
yang tersenyum di atas sana
mungkin engkau bingung menghadapiku
tapi aku tiada tahu perasaan apa ini
apakah aku akan menunggu jawaban sang waktu
atau memecahkan kesunyian ini
kebimbangan yang tiada lekang berlalu
terus menghantuiku dalam kekosongan
tanpa arti satupun
bak jatuh ke kedalaman palung
dalam kebingungan
dan kegalauan yang tiada akhir ini
aku hanya bisa merenung
menikmati berimaji dengan diriku sendiri
tetapi apakah akan terus begini
semuanya terasa membeku
tanpa gerak
terdiam
kebosanan meraupku
aku belum pernah bermimpi bahwa semua ini akan terjadi
beberapa hal yang diluar perkiraanku
terus, apa yang harus aku perbuat sekarang
itulah pertanyaan sulitnya
merasakannya?
mencoba nekat melakukannya?
Wahai semuanya
berilah setitik hal saja
yang membuatku yakin melakukannya
yang akan membuatku lebih bahagia
daripada saat
ini
Haaahhh!!!
Akhirnya setelah dua tahun, penasaran ini kembali muncul.
Setiap mau tidur, betapa sulitnya memejamkan mata. Apakah ini hanya
perasaan rindu terhadap kenangan masa lalu atau kebimbangan yang terus
menyerang. Aku ingin sebuah keseimbangan, nggak seperti saat ini yang carut-marut,
kacau balau. Dua tahun ini sudah kulewati tanpanya atau mereka, dan sekarang
aku masih hidup dan masih dapat tertawa lepas. Kuselalu bertahan.
Tapi,… aku nggak menyerang. Selalu bertahan. Kemana tajiku
selama ini. Aku sadar bahwa selama ini aku menumpulkan diriku. Kemana
keberanianku? Kemana kenekatanku? Kemana kegilaanku? Aku terlalu dinyamankan
dengan keadaan seperti ini.
Kemana semuanya sahabat-sahabatku!!! Ingin aku goncangkan
bahu-bahu kalian untuk bertanya kemana semuanya itu? Dibawa kemana aku selama
ini??? Sekarang saat aku ingin lepas, semua membebaniku. Kadang aku dengan
mudah membuat keputusan, tetapi kadang yang harusnya bisa aku selesaikan dengan
cepat, malah lama mempertimbangkan segala hal. Semuanya terbalik kawan-kawanku.
Apa kalian juga pernah merasakannya? Ingin aku tabrak semua orang didepanku
untuk menumpahklan segala kekesalanku. Ingin aku teriaki mereka satu-persatu
agar penat, tumpukan stress di diriku ini berpaling. Dan akhirnya aku
terengah-engah sendirian. Merasakan hangatnya nafasku sendiri. Hah!
AKOE | Comment (0)