Survei Dunia Kerja
Ada tulisan menarik mengenai dunia kerja kelak, aku dapatkan di bebrapa milis yang aku ikuti, begini tulisannya:
INILAH sepuluh peringkat kampus di negeri ini menurut kalangan dunia kerja. Ini berdasarkan hasil survei Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) sepanjang Desember 2006 - Januari 2007 :
1. UI
2. ITB
3. UGM
4. IPB
5. ITS
6. UNAIR
7. TRISAKTI-Jkt
8. UNPAD
9. ATMAJAYA-Jky
10. UNDIP
Kenapa 10 PT ini dipilih dunia kerja..?
KARENA LULUSANNYA MEMILIKI KARAKTER
Karakter seperti apa yg dinilai PENTING oleh Dunia Kerja..?
INILAH RANGKING 10 KARAKTER DIMAKSUD:
1. Mau bekerja keras
2. Kepercayaan diri tinggi
3. Mempunyai visi kedepan
4. Bisa bekerja dalam Tim
5. Memiliki kepercayaan matang
6. Mampu berpikir analitis
7. Mudah beradaptasi
8. Mampu bekerja dalam tekanan
9. Cakap berbahasa Inggris
10. Mampu mengorganisasi pekerjaan
Bagaimana agar lulus PT dengan berkwalitas. .?
INILAH 6 TIPS DARI DUNIA KERJA berdasarkan rangkingnya :
1. Aktif berorganisasi
2. Mengasah bahasa Inggris
3. Tekun belajar
4. Mengikuti perkembangan informasi
5. Memiliki pergaulan luas
6. Mempelajari aplikasi komputer
Bagaimana Dunia kerja menjaring pekerjanya.. ?
INILAH 8 SYARAT YG HARUS DIPENUHI (berdasarkan rangking):
1. Indeks prestasi komulatif
2. Kemampuan bahasa Inggris
3. Kesesuaian program studi dengan posisi kerja
4. Nama besar Perguruan Tinggi
5. Pengalaman kerja/magang
6. Kemapuan aplikasi komputer
7. Pengalaman organisasi
8. Rekomendasi
Memang (ini pendapatku) harus di konfirm lagi mengenai ke absahan hasil survei Pusat Data dan Analisa Tempo, soalnya berita ini tersebar di milis, yang bisa saja di ubah2-ubah isinya atau malah kebohongan belaka yang diperbuat oleh orang yang tak bertanggungjawab. Ah, tapi menarik juga artikel di atas. Ternyata ITB ada di peringkat kedua setelah UI dalam hal dunia kerja (kenapa ya, apa gara2 kurang bisa kerja samanya itu). Dan hal yang selalu di ulang-ulang dalam artikel di atas adalah pentingnya penguasaan Bahasa Inggris. Ternyata emang penting sekali menguasai Bahasa Inggris itu yah, yah salah satu kelemahanku adalah ngomong in English ma writing in English. Kalo sekedar baca ma denger aja sih aku masih bisa, tapi kalo di suruh ngomong, wah..bisa kacau balau aing, yang keluar malah Junglish (Jungle English). Dan kesimpulan terakhirku, aku kayaknya baru bisa ngomong dengan Bahasa Inggris kalo hidup di negara yang pake Bahasa Inggris, mengandalkan kecepatan adaptasiku aja kayaknya, soalnya aku sudah berusaha ngomong keinggris-inggrisan, tapi tetep aja ngaco…Tapi kayaknya aku dan kita yang mempunyai masalah sama, harus percaya diri dan selalu bervisi ke depan (ini kan salah satu karakter pilihan dunia kerja), jangan hanya karena plegak-pleguk ngomong Inggris kita bisa tersisih oleh pemuda-pemuda dari Malaysia, Vietnam bahkan Kampuchea…
Serioues | Comment (0)Guyon Jowo Meneh
Yup, guyon jowo lagi yuk, ini dari rileks.comlabs, silahkan menikmati:
TUKU ENDOG
Isuk-isuk Paitun Gundul tuku endog ndhik Pasar Gede..
Paitun Gundul : "Mas,endog sekilo pinten?"
Bakul Ndog : "Ndog pitik opo ndog bebek?"
Paitun Gundul : "Ndog pitik"
Bakul Ndog : "yo,sing lokal opo sing impor?"
Paitun Gundul :"sing lokal ae lah"
Bakul Ndog : "lokale tekok Suroboyo,Pandaan,Pasuruan opo Malang?"
Paitun Gundul :"yo Malangae.."(wismulai njae)
Bakul Ndog : "Malange Dinoyo, mBlimbing,Mergangsan tah Kedungkandang?"
Paitun Gundul : "mas,sampeyan iku dodol endog tah keluyuran se…"
Bakul Ndog :"hehe..hehe..sepurone lho mbak,aku ki sakjane sing dodol tempe ndhik sebelah sing dodol ndog lagi ngising,
aku dikongkon ngejak ngobrol sing arep tuku ndog ambek ngenteni arek’e mari ngisinge…."
ANAK’E WONG CINO
Ono wong Cino suami lan istrine..
Duwe anak ciri2ne kaya iki:
1. Kulit e ireng banget…
2. Mata ne gedhi2 lan ombo2
3. rambute kriting kruwel2
Akhire anak e kuwi di jenakno SAM TING WONG
TES TENTARA
Ana latihan bareng, tentara amerika, jepang, inggris, lan INDONESIA
tentara2 kuwi arep diuji, sopo sing paling wani (gede nyaline)
Komandan amerika : (terjemahan) whoi… kowe nyolot soko liberti
tentara amerika langsung nyolot soko nduwur patung liberti.. (BhukK!) ora opo2, awak tasih sehat ora ono luka,
komandan inggris : (terjemahan) jek… kowe ojo kalah yo… kowe nyolot soko big ben wae.. piye?
tentara inggris langsung nyolot (Dhuakk!!) ndase ketatap lampu abang-ijo… tapi ora opo2, ora lara blas ujar e..
komandan jepang : (terjemahan) uasem! kabeh podo nyolot ora mati… saiki wayah mu.. kowe nyolot soko gunung
Fuji waelah….
tentara ne langsung nyolot… (BUk Gludhug2) pontang panting ga karuan.. tapi ora opo2..
komandan Indonesia: wah, te ntara liyane podo wani kabeh yo…. saiki kowe tak perintah nyolot soko gunung bromo..
tentaraIndonesia: loh… yo wegah aku… bapak edan yo!.. aku iso mati rek…,, wegah2..
komandan Indonesia: lha,, tentara ku iki paling wani sak dunia,,, buktine wani karo komanda ne dhewe tha…
Guyonan | Comment (0)Hampa (Part 5)
Jatuh dari langit
Khayalan semuku itu
Lara dan pilu mengayun sendirian
Hingga padampun merasuk
Kerisauan serta kekosongan
Mengalun di batin ini
Merajut kisah itu
Yang terkoyak-koyak
Sedunya tangisku
Teriak kesana-kemari
Rembulan pun ikut berduka
Tiada dan tanpa arah
Mendekap sendirian
Bersama sang fajar
Melihatnya tenggelam
Bersama sang alam
Kasus DKP
Beberapa
minggu terakhir ini, dunia perpolitikan Indonesia digoyang oleh kontroversi
dari perkataan Amien Rais yang menyatakan ada dana asing yang
mengalir ke pasangan capres dan
cawapres saat pemilu 2004 kemarin. Pada waktu pertama mendengar berita ini, aku
mah cuek aja, oooo….ternyata begitu. Tapi seminggu kemudian, ternyata berita
ini boom. Semua pemberitaan di media
massa dan televisi selalu menyinggung berita ini tiap hari. Berbagai dialog
yang nggak jelas pun digelar televisi-televisi swasta. Berbagai opinipun
keluar, berbagai pengakuan atau sanggahan pun keluar dari para elite politik.
Pertanyaan yang
paling membuatku kesal yaitu: kenapa Amien Rais baru mengatakan dan mengaku
menerima dana asing itu sekarang? Kenapa harus nunggu 2,5 tahun?
Dan yang paling
luar biasa itu, konferensi pers dari SBY, yang kata salah satu tv swasta yaitu
konferensi pers dari presiden yang paling emosional. Bener memang menurutku,
sangat emosional. SBY mengatakan kalau nggak salah intinya bahwa dalam jangka
2,5 tahun dia memendam untuk ingin berkomentar bahwa selama ini beliau di
tuding, diperolok-olok bahkan, difitnah dengan kejam (yang nggak kusangka dan
yang paling keren yaitu langsung nyebut merk) oleh Amien Rais. Gila!!!
Hal inilah yang
membuatku sangat tidak simpatik pada Amien Rais, padahal beliau adalah salah
satu jagoanku dulu pas pilpres kemarin. Hal yang bodoh, nggak bermanfaat, ingin
gonjang-ganjing pemerintahan, politik mengalihkan perhatian, sok-sokan mengaku.
Coba apa maksud si Amien Rais itu. Di tengah perekonomian makro Indonesia yang
lagi melejit, IHSG yang tembus 2000, rupiah yang menguat luar biasa, eh, dia
malah membuat pernyataan yang mengganggu kinerja pemerintah dan presiden. Jawaban
yang diberikan oleh Amien setelah konferensi pers presiden pun sangat nggak
memuaskanku. Apa karena dia udah nggak bisa terjun di perpolitikan Indonesia
terus membuat pernyataan yang bukan pada waktu yang tepat seperti ini. Apa
karena dia ude lengser dari PAN dan nggak bakal ikut pilpres 2009, langsung
ingin populer lagi.
Kukira sih, dulu,
beliau membuat pernyataan seperti itu adalah keceplosan, terlalu banyak ngomong
akhirnya kecepolosan. Tapi ternyata beliau emang sengaja mengeluarkan
pernyataan tersebut dan beliau ulang beberapa kali pernyataan tersebut. Hal ini
yang membuatku jadi gak simpatik lagi kepada beliau.
Kukira kemudian
hal ini akan berlangsung seru dan aku belum kebayang gimana ending-nya. Dan ternyata berakhir happy ending. Pak SBY kala mau berangkat
ke Malaysia, melalui ajudannya mengundag Amien Rais untuk ketemu, dan Pak Amien
sendiri juga akhirnya setuju dan menemui SBY di Halim. Pertemuan yang hanay
sepuluh menit ini pun hanya diketahui beberapa orang saja dan mengenai isinya
pun belum jelas. Hanya Pak Amien saja yang nunggu satu hari untuk bikin
konferensi pers di Jogja, kalau beliau dengan SBY udah SALING maaf-memaafkan
atas kejadian ini. Yah, sempet kecewa juga akhirnya ending-nya kurang seru. Ya udahlah, itu menunjukkan bagaimana
perpolitikan Indonesia yang masih cukup bagus, sebuah pelajaran perpolitikan
yang bagus kepada masyarakat, bahwa tokoh2 penting di Indonesia, walapun beda
visi dan beda partai, tapi masih tetap berkomunikasi dan bersilaturahmi. Yang jadi
pertanyaan berikutnya, bagaimana dengan kelanjutan kasus DKP. Aku sanagt
pesimis kalo kasus DKP untuk kampanye presiden akan dilanjutkan di pengadilan,
dan memproses Pak Amien yang sudah mengaku menggunakan dana ilegal pas kampanye
kemarin. Ya, udahlah, kalo menurutku sih, masih banyak urusan lain yang lebih
penting yang haru dipikirkan daripada mengurus dana kampanye yang jumlahnya
sedikit, mending mengurus penyelewangan dana DKP lainnya yang ternyata
menyangkut banyak dana dan banyak orang penting. Semoga negeri ini selalu
menjadi lebih baik daripada masa lalu. Amien.