Manusia itu berubah???
Setiap manusia itu berubah. Ya, itu suatu fakta yang aku yakini, karena disitulah letak kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Berubah secara fisik maupun secara kepribadian. Kalo secara fisik mah
emang manusia itu tumbuh dan berkembang, dan fisik itu bisa berubah dan diubah. Pernahkah anda secara nggak sengaja ketemu teman lama di jalan dan pangling
karena ternyata berubah banget fisik maupun penampilannya? Ya, itulah manusia.
Itu preambule saja, ngapain ngebahas fisik. Kita bahas mentalnya saja. Sebenarnya apa sih yang paling mempengaruhi sikap dan mental seseorang. Kalo menurut saya dan pengetahuan sempit saya sih, paling besar karena lingkungannya yaitu keluarganya (dan didikannya), tradisi dan temen-temen pergaulannya. Itu adalah dasarnya suatu sikap yang dimiliki seseorang. Nah, kadang manusia itu berubah dari sifat dasar pembentuknya itu, apakah membentuk ke arah yang lebih baik maupun ke arah yang negatif (baik-negatif disini relatif lo). Tapi untuk berubah itu ada beberapa kelas dalam manusia, ada yang mudah sekali berubah, ada yang susahnya minta ampun, tergantung dari adaptasi sang manusia tadi, seberapa keras kepalanya dan sekonservatif apa dia.
Lalu saya sedikit merumuskan sebuah teori pribadi saya tentang perubahan manusia. Saya rasa dan pikirkan, manusia itu seringkali berubah ketika bertemu 3 hal, pertama, uang. Kedua, bertemu dengan tambatan hati yang bener-bener ato nggak bener juga bisa sih. Dan yang terakhir ketika manusia sudah bermasyarakat di lingkungannya. Iya gitu??? Apakah anda mau berubah? Atau mau merubah orang lain? Konsistensi dan komitmen yang penting.
Seperti telah diungkit diatas, ada orang yang mudah untuk berubah ada yang sulit. Tipe revolusi dan tipe evolusi. Ada yang dengan cara keras, ada yang lembut. Tentukan lebih dulu itu sebelumnya. Ingat faktanya, bahwa manusia itu
pasti berubah, karena kalo nggak dia nggak akan bisa bertahan hidup. Merubah
diri sendiri jauh lebih sulit dibandingkan dengan merubah orang lain. Yang lebih mudah adalah ketika kita berubah bersama-sama. Disana akan ada proses
penguatan komitmen dan konsisten-dapat saling mengingatkan.
Satu lagi yang sebenarnya dapat merubah seseorang secara drastis. Sebuah kejadian yang sangat-sangat berkesan atau menyakitkan, membahagiakan atau bahkan kejadian yang tidak berarti. Ketika seseorang, misalnya, kehilangan seseorang yang sangat dicintainya, ketika bertemu dengan seseorang yang dapat sangat memepengaruhinya, atau hanya karena sebuah mimpi di siang hari. Disinilah Tangan Tuhan Berbicara, yang biasa disebut dengan hidayah (ketika berubah secara positif). Ketika seseorang sudah mendapatkan hidayah, wah, bisa berubah 180 derajad. Saya pernah mendapat wejangan dari bapak saya, jangan pernah menghina/meremehkan orang lain, walaupun itu dalam hati. Siapa tahu bentar lagi dia akan berubah dan melebihi kamu. Namanya hikmah dan hidayah itu bisa datang ke siapa saja dan kapan saja koq.
Ya, Semoga kita selalu di beri hikmah, hidayah dan inayah-Nya. Amin.
Wanita 3
Pengen nulis khususon tentang wanita untuk memperingati hari wanita di Endonesia sekarang. Setelah menulis beberapa tulisan mengenai inner-nya wanita yaitu disini dan disini, sekarang pake sudut pandang yang lain, yaitu hal-hal di pikiran pria tentang wanita pada umumnya yang berbeda dan kadang para pria tidak habis pikir dan mengerti. Ingat pada umumnya, Umumnya laki-laki dan umumnya para wanita. Semoga nggak ada yang tersungging ya 
Pertama, yang sering dipikirkan para pria adalah bahwa wanita itu sering nggak konsisten, plin-plan. Contoh sederhana adalah ketika belanja baju. Dari rumah,
si wanita bilang nanti bakal beli baju dengan warna cream dengan bahan seperti ini. Tapi setelah sampe di toko, beuh! Berubah berapa kali. Ketika melihat baju warna biru yang lagi trend dering dipake artis di tipi, eh, langsung dah dicobain tuh baju. Terus berkomentar,
“Ah nggak cocok dengan warna kulit saya”. Si pria manggut-manggut saja. Ganti lagi nyari yang lain, nggak nemu-nemu… Eh, malah ngeliat deretan sepatu yang dipajang.
“Wah, Bagus-bagus yah sepatunya”, ceunah.
Inget Neng, tadi mau beli baju, pikir si pria, tapi si pria ini dengan sabarnya masih menahan dan senyum
saja.
“Tapi sepatunya koq mahal-mahal yah”….Beberapa menit kemudian balik lagi ke bagian baju, sempat megang2 baju warna cream, tapi yang diambil dan dibawa ke kamar pas malah warna pink.
“Gimana mas, cocok nggak?”
“Lumayan”. Sambil senyum dan dalam hati bilang, warna cream dengan pink agak-agak mirip yah? Dan dengan pandangan mata yang mengatakan, ayo cepet non, capek neh, pengen tidur di rumah. Sang cewekpun mengerti pandangan cowoknya itu, dia mengerti betul pandangan dan pikiran sang cowok tersebut (kalo ini kelebihan wanita neh). Dan jadilah beli baju warna pink itu. Sampe di rumah di cobanya baju tadi terus berkaca, seperti ngga’ puas.
“Kenapa lagi bos?”
“Ah, mas, koq kayak anak SMA gini yah, pinky. Lebih bagus yang warna cream tadi yah?”
Hah????, warna cream??? Bukannya tadi yang dicoba warna biru, yang cream cuman di pegang-pegang doang selama 2 detik.
“Koq mas nggak ngingetin sih, tadi kan saya mau beli yang warna cream??”
, Hahahaha, itulah wanita men, so para pria, bersabarlah. Tugas anda untuk mengingatkan dan membimbingnya, jangan di biarin saja. Tadi tuh hanya analogi sederhana loh, dan itu kadang berlaku pada hal-hal yang penting yang bisa menentukan hubungan anda selanjutnya.
Kedua, agak nyambung pada yang pertama tadi, yaitu para pria susah untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh para wanita. Dalemnya hati wanita lebih dalem dari palung men! Bahkan bapak psikologi modern saja, Bapak Sigmund Freud , yang lebih dari 30 tahun mempelajari tingkah laku manusia berkata “apa sih yang wanita inginkan?”. Nah tahulah para pria gimana susahnya kalo pengen ngasih sesuatu ke wanita yang dicintainya, apa sih yang bener-bener dia inginkan atau butuhkan. Kadang bilang ini, kadang bilang itu, mana sih yang bener paling bener. Sering cerita kalo minta dan suka ma a, nah mau di kasih a, tiba-tiba ganti b, ya udah, kasihlah b. Nah, pas ude dikasih b, malah ngambek, minta yang a tanpa alasan yang jelas. Beuhbah!
Ketiga, yang dipikirkan oleh para pria, para wanita suka akan gosip, atau halusnya tahu permasalahan orang lain. Pengen tahu aja. Atau lagi (yang tadi nggak usah dibahas terlalu jauh), para wanita suka akan cerita pada sahabat dekatnya semuanya, total dah. Yang dialaminya dan yang dirasakannya. Terus bilang, nanti jangan cerita ke siapa-siapa yah, lah koq??? Kalo emang nggak usah ada orang yang tahu, kenapa harus cerita semuanya tadi. Kan bisa sebagian saja yang di ceritakan. Yah, kadang wanita pengen share semuanya, biar plong, ceunah. Dan emang bener setelah itu para wanita bisa kembali tertawa lepas lagi setelah bercerita, hanya bercerita tidak meminta solusinya.
Keempat, para pria tidak habis pikir mengapa para wanita sering memerlukan suatu barang lebih dari satu. Kenapa harus beli lagi, kan tahun lalu ude beli dan masih bagus. Nah, kalo ini sih nggak terlalu masalah, tapi tetep saja para pria nggak mengerti. Kan bisa dibeliin barang lain yang lebih berguna, Non.
Kelima dan terakhir (walo sebenarnya masih banyak sih, capek soale), para wanita itu tidak mengeri (sekarang gantian ah) kalo pria itu kadang melakukan sesuatu tanpa alasan dan sebab. Contoh biar tergambarkan. Seorang pria pergi pake sepeda dari rumahnya. Sang wanita bertanya,
“Mau kemana sih?”.
“Jalan-jalan sambil olahraga?”
“Kemana emangnya?”
“Belum tahu”, jawab si pria
“Loh koq nggak tahu” Sang wanita curiga dan berpikiran terlalu jauh.
“Iseng aja, mau keliling.”
“Koq nggak naik mobil atau motor?”
“Pengen aja, lama nggak naek sepeda”
Si wanita diam aja, karena si pria ude ngacir, ude males ngejawab pertanyaan-pertanyaan wanita yang
dicintainya itu. Sang wanita masih berpikir, ada apa koq tiba-tiba pergi dengan sepeda? Mau kemana? Jangan-jangan…. Pokoknya pikiran jelek langsung merasuk ke sanubari wanita tersebut. Padahal beneran loh, pria tersebut tiba-tiba saja pengen bersepeda-ria tanpa tujuan yang jelas dan alasan yang jelas pula. Dan wanita nggak menegrti hal tersebut, pasti ada apa-apa. Buang-buang waktu dan tenaga
saja, pikirnya.
Atau contoh lain, ketika pria kadang diam dan malas untuk bicara. Nah wanita langsung berpikir, ada apa ini. Lagi marah? Ada masalah? Padahal, beneran banget, kadang pria itu pengen diam dan males untuk bicara atau melakukan sesuatu, nggak ada apa-apa dan alasannya. Dan wanita pun masih tetep nggak mengerti, pasti ada sebabnya dan terus saja bertanya.
Ya, begitulah tulisan ini diciptakan, semoga mencerahkan para wanita dan tentu saja para pria.
Bonus satu lagi ah, kalau pria itu kadang bener-bener lupa, dan wanita nggak senang itu. Memori wanita jauh lebih kuat pada kejadian-kejadian, atau percakapan pada masa lalu. Ketika sang wanita bertanya:
“Eh, mas dulu pernah ngomong pas kita piknik di pantai selatan, masih inget nggak?”
Sang pria langsung berpikir keras, apa yang diomongkannya itu, kapan itu…
“Pas itu kita ketemu temen akrab kamu dari kecil itu loh?”
Sang pria masih berpikir keras, kapan yah itu…. Dan wanita (gantian) nggak habis pikir, koq bisa lupa sih???
Nanti lagi lah dilanjutin wahai kaum hawa, wokeh bos…. 
AKOE | Comment (0)
Dimulai dari 0 ya A’
Seorang cewek berbicara sambil tersenyum kepadaku sambil tangannya menunjuk sesuatu:
“Dimulai dari 0 yah A’ “
Oi, Crot, mari kembali ke track, sekali lagi masih banyak dan panjang (relatip ini mah) yang harus kita tempuh. Lagi-lagi dan lagi-lagi. Perasaan, emosi, mimpi, pertanda, coba di-save as terlebih dahulu. Nanti bakal mengerti sendiri koq. Masukkan semuanya itu ke slotnya masing-masing. Masih teringat dengan cara memasukkan batu besar, baru kecil, kerikil, pasir dan air ke dalam satu ember???
Coba berpikir dengan sudut dan pandangan yang lain. Harusnya bisa di jadikan motivasi yang kuat. Sebuah manajemen motivasi, bukannya itu yang sering kamu pertanyakan. Susah? Seperti salah satu PO letter yang pernah kamu baca “You’ll never know, if you don’t try”.
Ilham, You are superman, you freak, you are absolutely different from another called man.
Biarin aja pada bilang kamu ini seperti makhluk yang bernama cowok kebanyakan. You’re so special!
Memang banyak pikiran, pilihan dan tanggung jawab yang kudu dipilah dan dipilih. Ada kerjaan, ada kejar impian, ada hidup yang kudu menghidupi, ada kejar ilmu, ada kejar pengalaman, ada plastik yang berisi satu stel toga yang kudu diambil, ada orang-orang dan keluarganya yang kudu diperhatikan kemaslahatannya, ada saudara, ada sahabat dan ada keluarga dan dia. Beuh! Memasukkan semuanya ke slot-nya masing-masing apa kuat kamu? Apa kudu di-upgrade neh? Dan dengan memilah dan memilih tadi
tentunya juga bakal men-slot waktumu.
Ya, kamu dulu sering tertindas, pernah terkalahkan dengan ego orang lain, sering dikecewain, jadi kamu sudah kuat dan sangat terbiasa kan? Ini bukan pertama kalinya koq, nanti kamu pasti bakal mengerti. Pembelajaran, ilmu dan pengalaman. Jangan lagi terpuruk di sana. Cukuplah sob! Dan bukannya kehidupan di dunia ini adalah main-main dan sendau gurau belaka. Deal??
Teringat nggak obrolanmu dengan bapak karyawan di gedung tea. Bahwa wajar tuh kalo jatuh cinta, semua dan setiap manusia dibekali dan di kodratkan untuk mencintai, menyerahkan rasa cintanya ke sesamanya. Kejarlah dulu prestasi. Kalo sudah sama suka ya sudah. Ya, kan? Seharusnya semuanya itu manis koq. Dan tentu saja indah.
So, why??? Mengutip kata mas penyiar radio yang barusan kamu denger “Jangan pernah sesekali kecewain orang yang bener-bener mencintaimu”. Kalau memang itu untuk kebaikannya (mungkin juga kebaikanmu), dan dia pikir itu yang terbaik, dan karena dia itu sayang kamu, terimalah dan hargai semua alasan-alasan itu. Sekali lagi, hidup ini seharusnya indah dan manis, dan carilah itu, jangan menghindar dan sok-sokan. Hidup ini cuma sekali, dan sayang sekali kalo dihabiskan dengan caramu yang demikian ini. Masih luas sekali yang belum dijelajahi, dan haruslah kamu itu menikmati dan mencari kebahagiaan, keindahan dan kemanisan hidup. Bukannya kamu sendiri yang bilang, kalo tujuan manusia itu mencari kebahagiaan. So? Dimulai dari 0 yah A’. Crtl + N lah, yang lalu di save dulu, yah kecuali kalau dia….
Ah, yang penting mah dia tahu dan mungkin mengerti walopun masih belum tahu semuanya dan mengerti betul. Mungkin lagi, kamu kudu munafik terhadap diri sendiri, terhadap perasaan ini, biarin aja Kahlil Gibran ngomong kalo cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku. Ato karya William Shakespeare yang sering bercerita tentang perih dan pedihnya cinta. Kalo kata mas Katon Bagaskara bahwa:
“Saling berbeda itu wajar saja, kuanggap kita t’lah sama dewasa, mampu bicara dengan logika”.
Ingat kembali kata Om Bryan Adams yang dulu pernah kamu tulis di cerpenmu, berilah dia sayap boi.
To really love a woman
To understand her - you gotta know her deep inside
Hear every thought - see every dream
N’ give her wings - when she wants to fly
Dan,teteh berseragam itu pun tersenyum.
“Nuhun A’ ”.
Kubalas dengan senyuman, dan kututup tangki bensin dan segera ngacir dari pom bensin penuh madah itu.
(Ye, sekali-kali bercerita tentang sendiri ah)
AKOE | Comment (0)Suatu Sore
Kumasukkan motorku masuk garasi depan rumah yang terbuka. Badanku basah kuyup karena tadi menerjang hujan, walopun tadi ude make jas ujan. Kusampirkan saja jas ujan tersebut di atas motor, males ngelipet. Kepalaku agak pening, hidungpun mulai tersumbat. Efek
tadi malem yang kurang tidur terasa sekarang. Hah,,,ku hela napas sekuat-kuatnya, betapa capeknya neh hidup.
Aku masuk rumah. Kulihat jam dinding di tembok dengan cat cream. 17.15. Kulempar tasku di kursi langsung menuju ke kamar mandi, kencing. Mandi nggak yah? Nggak sepertinya, badanku serasa menolak air dingin lagi, apalagi belum ashar. Langsung kuambil air wudhu, copot pakaian dan berhanduk ria. Kukenakan kaos lengan panjang yang kuambil dari lemari besar peninggalan pemilik rumah ini. Males pake celana, kusambar sarung yang nongol
di gantungan. Ku menghadap-Nya.
Aku masuk lagi ke kamar mandi, kencing untuk kedua kalinya. Haarghhh,,, badanku bergetar. Kupandangi mukaku di cermin. Mataku merah, dengan kulit wajah yang memutih, pucat. Wow!! Memang aku ini manusia super. Rasa ngantuk luar biasa menyengatku. Ingin rasanya langsung menjatuhkan diri ke kasur. Tapi nggak baik tidur surup-surup, dan kalopun tidur pasti bangunnya jam 9an, lewat dah maghrib.
Kupandangi meja makan, (iya gitu meja makan?) secuil makanan pun tiada. Ya udahlah, teh sariwangi hangat saja. Untungnya lampu indikator panas di dispenser menyala, jadi nggak perlu nunggu. Kubawa segelas teh dengan mug Simpsonku ke depan, ke teras. Minum teh sambil ngelihat hujan di teras, i like that. Coba aja ada kue muffin di sini, wuah, bakal manis petang ini.
Kusingkirkan rasa ngantuk dan letihku dengan melihat genangan air di aspal, rumput basah di halaman dan melirik langit yang masih gelap. Hari yang luar biasa. Hanya tidur 3 jam, terus beraktivitas, ngurus sana-sini, belanja kebutuhan, bertemu klien, mondar-mandir, ke bank, ke kampus, beuh!!! Hidup ini perjuangan, ceunah. Terlalu banyak yang harus di pikirkan dan kudu dimasupin ke slotnya masing-masing. Dan aku harus bertahan dan tetap konsisten. Rasa capek ini hanya sementara, inget bahwa dulu juga kita begini, pontang-panting nggak jelas. Ini jauh lebih baik dari keadaan yang dulu. Bersyukur dulu ah,,,
Rasa lapar ini jauh lebih perih yang dirasakan pengemis-pengemis, rasa dingin ini jauh lebih menusuk pada anak-anak jalanan yang tidur di kolong jembatan, capek ini jauh lebih melemaskan pada tukang sampah yang mendorong gerobagnya.
Kosong. Kukosongkan pikiranku. Tak mampu berpikir dan berimaji lagi. Ku palingkan pandanganku ke dalam rumah. Melihat hapeku yang bergetar dab berkelip-kelip tanda sms atau telepon masuk. Aku acuhkan saja. Ku melirik seonggok tipi tua yang hampir nggak pernah aku tonton, nonton tipi, ai don ting so. Kembali ku kosongkan pikiranku. Menenangkan dan merilekskan syaraf-syaraf di otakku agar nantinya tubuhku juga mengikutinya. Beberapa menit kemudian kudengar adzan bersahut-sahutan, dan aku pun bangkit.
(Lagi-lagi terinspirasi dari temen-temen yang sedang bertarung dengan hidup, waktu dan pilihan. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan”. Tuh, sampe diulang dua kali kan, hal ini bener2 mutlak terjadi koq.)


