Sirik
Apa itu sirik??? Yupe, salah satu dari penyakit hati ato lebih dikenal dengan istilah iri. Bukan syirik yang pake syin yah, pembahasan kali ini khususon mengenai hablumminannas. Terus nape make judul sirik bukannya iri, soale kita akan lebih mengulas rasa nggak senang pada kelebihan atau prestasi yang telah di raih oleh seseorang, yang cenderung pada pengertian dari kosakata sirik.
Penyakit ini sering aku temuin di kehidupan sehari-hari kita, ada orang yang malah kerjaannya sirik mulu. Ada dan banyak loh orang yang diotaknya terus mikirin prestasi orang lain dan dengan gampangnya nggak senang dengan prestasi yang telah diraih oleh mereka. Dan hal ini sebagian besar berlanjut pada negative thinking, “ah itu pasti hanya keberuntungan saja hasil nyogok”, “hasil nge-dukun”, apapun lah pokoke itu bukan dari hasil jerih payah dan keringat sendiri. Dalam pikirannya terus mencari alasan yang irrasional yang bisa menjelaskan dengan tidak jelas, kalo ini mah parah ah… ude akut.
Kalau prestasi memang masih mending untuk di-siriki, walaupun itu sangat nggak baik tapi ini baru cita-cita seseorang, eh udah di sirikin, di pandang sebelah mata dan ditanggapin dengan miring, dibilang aji mumpung terus ketawa terbahak-bahak, “ndak mungkin-ndak mungkin…”
“Ah, tahun depan saya akan jadi ketua himpunan atau kalo bisa Presiden BEM” (hahahahaha, bisa apa kamu, ngomong di depan aja kamu grogi)
“Target IP saya semester ini 3.5 dan IPK 3.3” (yey, ngimpi ya ente, inget tuh kalkulus kamu hattrick kan???)
“Aku akan beli BMW tahun depan dengan bisnis MLM ini!” (bisnis MLM koq diandelin, tuh banyak yang ude ketipu) {(dan emang sih, kekekekeke :D)Red}
“Doain dan dukung gue yah, minggu depan gue ikutan audisi Indonesian Idol” (beuh, inget tuh suara ma tampang, kayak kodok ngorek, cuih!)
Hehehehehe,,,Nah, itu baru cita-cita loh, dan kalopun kejadian dan berhasil, masih saja berpikir, ndak masuk nalar ki, koq bisa yah, aneh bin ajaib wal mustahil
“Koq bisa ya si fulan keterima di perusahaan bonafide, padahal IP jauh lebih rendah dari saya, skill apapun masih jauh dari saya, apa punya orang dalem yah,
ato nyogok barang kali….”
“Ah, mobil baru tetangga tuh pasti hasil korupsi, kalo ndak yah menang undian!”
“Masak baru 3 bulan kerja sudah mau nikah, mau di kasih makan batu tuh istrinya, saya saja 3 tahun kerja belum berani kawin, halah…halah…dasar anak muda”
“Gimana bisa dapet cewek cantik kayak gitu yah, apa di pelet di jampi-jampi….”
“Dapet nile 90??? A+ ??? Nggak mungkin!!! Pasti nyontek ato nggak dapet bocoran soal”
“Dia ude ngumpulin draft, mau sidang??? Nggak mungkin, pasti hasil copy-paste dan dosen pembimbingnya di rayu-rayu, dasar curang!”
Hahaha, jadi miris sendiri nulis diatas, bisa stress dan nggak bahagia neh idup kalo diisi dengan pikiran kayak gitu mulu. So, gimana dong??? Pertama, syukurilah dulu apa yang telah kita peroleh dan yang ada di sekitar dan dekat dengan kita. Dalam urusan dunia kadang kita juga harus melihat ke bawah. Kedua, bukannya malah stress, diam dan memikirkan masa lalu kita dan bagaimana dia bisa, hal yang telah di peroleh teman kita seharusnya bisa menjadi pemacu semangat kita, kalo sebenarnya kita juga bisa. Malu dong dia bisa tapi kita nggak. Ketiga, beri selamat kepadanya apa yang telah dia raih, atau support apa yang dia cita-citakan asalkan itu baik untuk dirinya, bukannya malah mencibir, memandang sebelah mata. Support dan kasih saran walo hanya dengan kata-kata, itu sangat berarti bagi mereka koq. Coba berfikir sebaliknya kalau anda berada di posisi mereka, akan sangat berarti kan walo hanya bilang “wah hebat kamu, punya cita-cita yang luhur, awak doakan tercapai dah, semoga dilancarkan dan dimudahkan”. Mau jadi pengusaha, artis, PNS, politikus, pengabdi lingkungan ato yang lainnya, bukankah itu cita-cita yang baik, bangga dong punya teman yang berani bercita-cita seperti itu dan serius untuk menggelutinya. Sirik??? Beuh, benar-benar sifat pencakar hati, penggerogot umur dan perjelek wajah. Percaya dah!!
“Kalau seseorang sungguh mampu, janganlah mengatainya aneh.
Kalau kita tidak mampu, janganlah mengasumsikan yang lain sama tidak mampunya.
Kalau kita memiliki pemikiran seperti itu, kita jadi tidak menggunakan nalar dan takkan pernah dapat bertumbuh.
(Tsai Chih Cung dalam bukunya “Jadilah Seperti Seekor Kucing”)
maap, kalo tulisan ini membuat tersungging ato sirik, tapi
apa ya…ya… , jangan keras kepala, lembutkan hati dan open minded. Sirik
tanda tiada mampu loh
Pertanda…
Kuhirup kopi hangat di depanku yang masih mengepul. Udara malam ini mampu merasuk hingga kekedalaman jaketku. Ya, aku dan sahabatku sekarang sedang berada di warung pinggir jalan. Temenku masih memandangiku dengan penuh harap bagaimana dan apa jawabanku.
“Ya, seharusnya bukan aku lah yang ngejawab men! Jawabannya ada pada diri kamu. Coba kamu tanya sendiri ke diri kamu sendiri”
Dia melihatku dengan memicingkan matanya, tanda nggak puas. Hahahaha…aku tertawa dalam hati.
“Okey…okey…neh aku jawab, tapi bentar yah aku susun dulu” kataku sambil mencomot pisang goreng hangat di piring.
“Ada 8 pertanda sih”
“Mmmm, banyak aja boi…Elu emang pakar dalam hal beginian, jagoan!!!” sahut temenku sambil tersenyum lebar
Kuminum habis kopiku.
Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar.Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!
Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat ? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.
Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…
Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.
Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit………Jika ya, tak salah lagi.
Dialah orangnya…men…
Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..
Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.
Pertanda 8
Bila kamu merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan
sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan !
Apakah kedelapan pertanda di atas telah kamu temukan padanya, crotz?
Temenku melongo mendengar penjelasanku yang panjang kali lebar sama dengan luas, padahal cuman ngutip dan nemu di dunia maya loh. Kuangkat gelas di depanku, mau menyeruput kopi hangatku tadi, eh,,,eh,,, abis, lupa aink, Beuh!!!
(8 pertanda diatas disusun oleh Arian Sarris,
pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soul Mate)
AKOE | Comment (1)
Kepercayaan
Kita sedikit membahas kata ini, percaya. Apa sih arti dari “percaya” itu? Atawa sinonimnya “yakin”? Coba cari dan renungkan sendiri arti dari percaya tersebut, kalau dalam agama disebut dengan iman.
Kata yang mudah tapi sangat sulit untuk implementasinya. Kita batasi pembahasan mengenai konsep percaya ini (weleuh!) pada hubungan antar manusia saja. Pernahkah anda percaya pada seseorang? Sepercayakah sampai segimananya anda itu percaya? Untuk tuladha:
Dalam pekerjaan dalam satu team, dan misal anda sebagai team leadernya, tentu anda percaya sama anggota di team anda. Atau sebagai anggota juga, apakah anda percaya kepada team leader anda dan anggota lainnya? Iyakah? Atau muncul keraguan kepada yang lainnya?
Atau ketika anda dalam suatu team sepakbola, apakah anda percaya kepada rekan satu team anda, sehingga anda mengoper bola dengan yakin kepada rekan anda itu, dan yakin dia akan menunaikan amanah itu dengan mengoper bola ke rekan yang lain atau malah dengan sangat percaya rekan seteam anda ini bakal mencetak gol?
Apakah anda sangat percaya ketika menjalin hubungan dengan pasangan anda?
Apakah anda percaya pada sopir yang menjalankan kendaraan bersama anda? Atau ketika teman anda meminjam kendaraan anda, apakah anda percaya kepada teman anda bahwa teman anda ini menggunakan kendaraan anda dengan benar dan di pergunakan untuk hal yang benar?
Tapi pernakah anda percaya pada orang yang baru saja anda kenal?
Pernakah anda percaya pada seseorang yang meminta sumbangan untuk pembangunan masjid atau panti asuhan yang datang ke rumah Anda?
Pernakah anda percaya kepada supir bus yang anda naiki, sehingga anda bisa ngorok puas di dalam bus, tanpa takut nanti kena musibah?
Kepercayaan itukan di bentuk karena kita tahu track recordnya masing-masing, ato ada rekomendasi dari orang lain yang membuat kita percaya. Tapi kasus diatas, sebagai sopir bus anda nggak kenal sebelumnya kan, tapi anda mempercayakan penuh keselamatan anda padanya, sehingga anda bisa duduk nyaman hingga ngorok. Kenapa???
Terlalu banyak pertanyaan men!!! Ya, udah, inti yang ingin saya sampaikan adalah percaya kepada orang lain itu sangat-sangat penting dan berarti, baik dari kita sendiri atau pada orang yang kita percayain. Memang waspada itu perlu, tapi waspada dengan berlebihan juga nggak baik. Dan rasa percaya kita itu dapat kita sampaikan dengan perkataan, pandangan kita terhadapnya dan tindakan kita.
“Men, mari kita kerjakan tugas ini bersama-sama. Saya bagian ini, kamu bagian ini, kamu bagian ini. Saya yakin kita dapat mengerjakan tugas ini bersama-sama dengan baik dan dapat meraih hasil yang bagus”
“Gue percaya lu bisa koq, gue support lu apapun yang terjadi”
“Silahkan saja dipinjem” dengan tersenyum dan pandangan yang nyante, nggak ada keraguan ketika teman anda meminjam barang anda.
Ya, hal-hal sepele seperti cara memandang, nada suara dan gerak tubuh juga bisa mengekspresikan keyakinan kita pada seseorang. Dan itu perlu dan penting. Orang yang kita percayai jadi merasa terhormat dan juga salut kepada anda, karena anda begitu percaya padanya, dan nanti efeknya juga akan bagus kan? Dan dari diri anda juga akan merasa tenang, nggak khawatir, dan percaya bahwa nanti akan menghasilkan sesuatu yang bagus. Ya kita harus percaya kepada rekan kita men!!! Dan itu penting, jangan di kerjakan sendiri semuanya,
jangan egois, rekan-rekan anda juga perlu pembelajaran, perlu up-grade, dan anda harus membantunya, jangan dibiarkan. Dan itu memang agak susah, tapi di dunia masyarakat dan kerja, maupun kehidupan pribadi rasa saling mempercayai itu penting, dan ingat kita harus mengekspresikan rasa percaya itu, karena itu juga penting bagi orang yang kita percayai. Sebenarnya hampir mirip dengan konsep “khusnudzon” ato basa jawanya “positive thinking“, tapi mengenai hal ini kita bahas saja kelak. Okey Bos !!!:D Coba saja kalau malah sebaliknya, kita nggak percaya pada rekan kita, kita ragu padanya, kita khawatir nanti bakal jelek hasilnya. Apa efeknya coba??? Pikirkan sendiri-lah!
