Makan Malam Jumat @ Simpang
Malam itu, Kamis sekitar jam 12, daerah dago gerimis. Saya dan temen-temen ubt baru saja keluar dari gsg. Sampai di gerbang belakang kampus gajah, tiba-tiba hujan menjadi deras. Semua yang mau makan malam (kedua, maksudnya), berhamburan terpisah, kecuali saya dan empat temenku yang nekat mau makan di simpang dago. Hujan dan kedinginan bandung, belum meruntuhkan semangat kebersamaan kami.
Dan akhirnya kami makan di warung kaki lima yang menjual nasi goreng padang. Kebetulan aink belum pernah makan nasi goreng khas padang. Apa bedanya coba?
“Bedanya di penggunaan bumbunya”, kata salah satu temenku yang kebetulan aseli minang.
Sambil menunggu pesanan jadi kami ngobrol-ngobrol sedikit. Aku sedikit melamun. Mengobrolkan sebisanya yang bisa di obrolkan pokoknya. Menanyakan apa yang sedang dan akan dilakukan. Biasa, basa-basi. Teh panas yang dihidangkan pun kami obrolkan.
“Efek kalo kita makan atau minum minuman yang terlalu panas itu dapat membuat mulut kita bau loh (bau mulut maksudnya, red)” kata salah satu temenku, sebut saja Dave, sambil meniup-niup teh di depannya yang mengepul.
“Iya gitu?” komentarku sambil manggut-manggut.
“Kalo makan sup berkuah gitu sama saja nggak?” kata, tememku satunya, sebut saja Jamie.
“Ya, asal nggak panas-panas amir-lah” jawab Dave
Aku nggak terlalu ngeh pada obrolan kita malem itu, selain hawanya memang tiris pisan, juga perutku yang luar binasa lapar, belum kemasukan nasi sejak kemarin. Makanya tadi aku pesen dengan porsi 1,5.
Akhirnya setelah makan nasi goreng padang (overall lumayan lah daripada lu manyun, apalagi sambel-nya yang agak aneh, yang malah membuatku ketagihan), kami menyerempet-nyerempet dikit mengenai hidup ini. Secara tadi aku keceplosan ngomong kalo, hanya udara dingin, hanya naik motor beberapa kilo saja, jangan-lah manja, hidup di luar lebih keras dan kejam. Iya gitu??? (Iya gitu, lagi :D)
Dan akhirnya, kita semua berpisah. Aku menghela nafas membayangkan masih jauh perjalanan ini. Aku harus pulang, minum susu hangat dan tidur neh. Yiuk Marie,,,
(coba apa, esensi cerita yang aku tulis diatas, aku juga nggak ngerti dah, mungkin aku ingin mengabadikan momen tersebut, sehingga kelak ketika aku membaca tulisan ini 10 tahun lagi, aku ingat kejadian tersebut, padahal nggak penting neh kejadian dan nggak berkesan, so what?)
AKOE |
One Response to “Makan Malam Jumat @ Simpang”
Leave a Reply

eh, ternyata tempat nasi goreng padang ini, mas bondan winarno sempet makan juga disini, dan sekarang jadi laris neh…